Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan
Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
(DP3AP2KB) akan memulai rangkaian program pelatihan keterampilan bagi perempuan
usia produktif. Program ini menyasar 2.600 peserta yang tersebar secara merata
di 13 kecamatan se-Kota Tangerang.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian mengungkapkan,
program ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam melakukan pemberdayaan
masyarakat yang berbasis pada data akurat. Peserta yang terlibat dipilih secara
khusus berdasarkan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).
Ia menjelaskan, penggunaan data Regsosek menjadi kunci utama
agar program ini benar-benar menyentuh lapisan masyarakat yang membutuhkan.
"Kami bergerak berdasarkan data Regsosek untuk
memastikan bahwa perempuan usia produktif, yakni antara 20 hingga 55 tahun,
mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang. Kami ingin intervensi ini
tepat sasaran, sehingga hasilnya benar-benar dirasakan oleh keluarga yang
membutuhkan penguatan ekonomi," ungkap Tihar.
Ia menambahkan, setiap kecamatan di Kota Tangerang memiliki
sebaran peserta, sehingga manfaat dari pelatihan ini dapat dirasakan secara
merata dan inklusif, serta pelatihan ini dirancang untuk membekali para ibu
rumah tangga maupun perempuan belum bekerja dengan keterampilan praktis yang
memiliki nilai ekonomi tinggi.
"Kami ingin perempuan di Kota Tangerang lebih berdaya
secara ekonomi. Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka bisa membuka usaha
rumahan atau bergabung dengan UMKM lokal, sehingga mampu menopang ketahanan
ekonomi keluarga," jelasnya.
Program ini akan dilaksanakan secara bertahap di 13
kecamatan dengan melibatkan 2.600 perempuan, Pemerintah Kota Tangerang optimis
program ini akan menjadi salah satu pendorong utama dalam upaya penurunan angka
kemiskinan dan peningkatan indeks pemberdayaan gender di Kota Tangerang.