25.055 Anak Berisiko Stunting Berhasil Diatasi Secara Intervensi Sensitif
Untuk
mempercepat penurunan angka stunting di Kota Tangerang, Dinas Pemberdayaan
Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
(DP3AP2KB) memiliki berbagai upaya intervensi sensitif. Dari upaya tersebut,
berdasarkan data DP3AP2KB di tahun 2024 ada 30.980 anak berisiko stunting
berhasil diturunkan di estimasi semester 1 sebesar 25.055 anak.
“Artinya, ada penurunan sekitar 5.000 anak di semester 1 dan
kita perkirakan di semester dua ini estimasi mencapai 10.000 anak,” kata Kepala
Dinas P3AP2KB Tihar Sopian.
Ia menambahkan, penurunan angka balita resiko stunting tidak
luput dari berbagai upaya atau program utama DP3AP2KB. Seperti Genting (Gerakan
Orang tua Asuh Cegah Stunting) yang berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk
mempercepat dana penurunan stunting terutama bagi keluarga berisiko.
Lanjutnya, Program Mini Loka Karya di setiap kecamatan, Tim
Pendamping Keluarga (TPK) yang berkontribusi terhadap keberhasilan melalui
pendampingan ibu hamil, calon pengantin, baduta, balita, memberi edukasi kepada
masyarakat tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan, edukasi dalam
perbaikan pola asuh, pemberian bantuan sosial hingga penyediaan air bersih
serta jamban sehat.
Selain itu, intervensi sensitif juga melibatkan atau
berkolaborasi lintas sektor dengan melibatkan berbagai OPD, lembaga swasta dan
masyarakat. Seperti Dinas Perkim terkait jamban atau rumah sehat, Dinsos
terkait bantuan makanan dan lembaga lainnya.